Kajian 2: Lambaian Tangan Allah

Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka kebenaran sejati (al-Haqq). Dan apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu (QS. 41:53)

Walaupun kita selalu berbuat kemaksiatan dan dosa, sehingga hati kita menjadi gelap, kotor dan membatu, namun Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, selalu memanggil manusia untuk kembali kepada-Nya. Dia melambaikan tangan-Nya kepada manusia melalui ayat-ayat-Nya.

Ayat sering diartikan sebagai bukti kuasa dan keberadaan Allah. Ayat juga dapat dimaknai sebagai tangga-tangga yang disediakan Allah untuk manusia, sebagai jalan manusia mengenal dan memahami-Nya.

Ayat-ayat Allah ada 2 jenis, yaitu ayat Qauliyah dan ayat Kauniyah. Ayat-ayat Qauliyah adalah ayat-ayat berupa kitab-kitab yang berisi firman (kata-kata) Allah. Sedangkan ayat-ayat Kauniyah adalah ayat-ayat yang berwujud ciptaan Allah; seluruh alam semesta, makhluk-makhluk yang ada di dalamnya, dan bahkan persoalan yang melingkupi diri manusia individu per individu.

Semua ayat-ayat ini dihadirkan Allah kepada manusia dengan tujuan agar manusia sadar dan kembali kepada-Nya. Ayat-ayat tersebut didatangkan berulang-ulang oleh-Nya, agar manusia kembali bertaubat kepada-Nya.

dan Kami telah mendatangkan ayat-ayat Kami berulang-ulang supaya mereka kembali. (QS. 46:27)

Walaupun tidak semua manusia mempercayai kitab-kitab Allah, namun Allah Yang Maha Adil senantiasa memanggil manusia dengan ayat-ayat Kauniyah-Nya yang berwujud fenomena alam semesta (min afak) serta fenomena diri serta permasalahan yang terjadi pada dirinya sendiri (min anfus). Allah tidak memandang apakah si manusia mempercayai-Nya atau tidak, apakah ia meyakini kerasulan Muhammad Saw ataupun tidak, apakah ia terlahir dari orang tua yang memeluk agama Islam ataupun tidak, semua diundang dengan ayat-ayat-Nya. Apabila kita menghargai ayat-ayat tersebut, maka hal ini akan menunutunnya kepada kebenaran sejati (al-Haqq).

Ayat-ayat Allah yang paling dekat dengan kita adalah ayat-ayat dalam jenis ketiga, ayat min anfus. Sedikit sekali manusia yang menyadari bahwa seluruh lika-liku kehidupan kita, kesenangan dan kesusahan, keberhasilan dan kegagalan, anugerah dan musibah adalah merupakan ayat-ayat Allah. Sebagian besar menganggap ini semua merupakan sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa makna. Padahal kita tidak akan bisa lepas dari ayat jenis ini. Bisa saja kita mengabaikan dan berlepas dari ayat berupa kitab, atau ayat berupa alam semesta, namun kita tidak bisa berlepas dari ayat min anfus ini.

Dan tidaklah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau a kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? (QS 9:126)

Manusia berbeda-beda dalam mensikapi ayat min anfus ini. Paling tidak ada 4 jenis bentuk sikap manusia, ketika dihadirkan oleh ayat berupa min anfus ini.

Golongan Pertama, yaitu orang-orang yang apabila diberikan kesenangan oleh Allah kepada mereka, menjadikan mereka hanya sombong, kikir dan berbangga diri. Dan apabila ditimpakan  kesusahan kepada mereka, mereka berkeluh kesah, berputus asa, menyalahkan orang lain dan ingkar kepada Allah.

Ini adalah sikap yang terjadi di kebanyakan kita. Lihatlah, betapa sering ketika kita menghadapi sebuah kegagalan atau permasalahan, kita hanya sibuk mencari kambing hitam, menyalahkan orang lain, dan berkeluh kesah saja.

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (QS. 70:19-21)

Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar. (QS. 42:48)

Dan apabila Kami rasakan suatu rahmat pada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. (QS. 30:36)

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (QS. 17:83)

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. 7:131)

Golongan Kedua, adalah orang yang mengabdi kepada Allah dengan berada di tepi. Apabila diberikan kesenangan oleh Allah, mereka tetap dalam keadaan itu dan mereka berkata: “Rabbku memuliakanku”. Namun apabila mereka diberi kesulitan, mereka berbalik ke belakang sambil berkata: “Rabbku menghinaku”.

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS. 22:11)

Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Rabbku telah memuliakanku”. Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata:  “Rabbku menghinakanku”. (QS. 89:15-16)

Golongan Ketiga, yaitu orang-orang yang ketika dberikan kesenangan oleh Allah menyebabkannya lupa kepada Allah, dan manakala ditimpakan kesulitan menyebabkannya ingat kepada Allah, memohon kepada Allah agar ditolong, dilepaskan dari kesulitan yang menghimpitnya.

Setelah ditolong oleh Allah diangkat masalahnya, ada yang tetap taat dan terus memperbaiki diri. Mereka inilah orang-orang yang mengambil pelajaran dan bertaubat. Namun tidak sedikit setelah ditolong oleh Allah, diangkat masalahnya, ia kembali lupa kepada Allah.

Golongan Keempat, yaitu orang-orang yang dapat melihat bahwa semua yang diberikan Allah, adalah kebaikan. Mereka percaya sepenuhnya bahwa sesuatu yang mereka pandang baik, belum tentu baik dalam pandangan Allah, demikian pula yang mereka pandang buruk sangat boleh jadi sangat baik dalam pandangan Allah. Sehingga mereka selalu berusaha bersabar ketika menghadapi berbagai bentuk kesulitan kehidupan.

Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh menakjubkan seorang mukmin, semua hal baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah  yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulahyang terbaik untuknya.” (HR Muslim)

Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”. (QS. 12:86)

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. 3:146)

Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shaleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (QS. 11:11)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2:155-157)

Luar biasa, kasih sayang Allah selalu mendahului murka-Nya. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang selalu mengambil pelajaran.

Salam Ikhlas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: