Tasawuf, Apakah ada dalam Islam?

Sahabat-sahabat

Suatu hari dalam sebuah obrolan santai, seorang teman bertanya kepada saya, “mas, apa sih tasawuf itu, dan apakah tasawuf ada pada zaman Nabi Saw?”

Pertanyaan ini sudah sering saya dapatkan. Baik secara langsung (tatap muka) ataupun melalui media online.

Jawaban saya sederhana, bahwa tasawuf secara *label* tidak ada pada zaman Nabi. Jadi kalau kita buka-buka al Quran, hadits, saya yakin kita tidak akan pernah menemukan kata tasawuf di dalamnya.

Sahabat-sahabat

Sesuatu yang perlu kita sadari adalah bahwa Nabi Saw mengajarkan ajaran islam kepada para sahabat dahulu dalam sebuah paket yang lengkap. Beliau tidak memilah-milahnya dengan mengatakan ini adalah ilmu akidah, ini ilmu fiqh dan ilmu tasawuf. Karena itu kita tidak akan pernah menemukan kata tasawuf dalam ajaran beliau.

Paket lengkap yang diajarkan Nabi Saw melingkupi tuntunan yang sifatnya lahiriah seperti shalat, puasa, zakat, sedekah, haji dan lain sebagainya serta tuntunan yang sifatnya bathiniah seperti ikhlas, sabar, syukur, tawakal dan sebagainya.

Buat kita sebenarnya yang lebih penting bagaimana dapat menjalankan kedua tuntunan ini dalam kehidupan kita. Kalau keduanya sudah dilaksanakan, maka sesungguhnya kita tidak membutuhkan ilmu tasawuf itu.

Saya menggambarkan ajaran Islam itu seperti bunga mawar. Ada bunga yang indah, dan ada wanginya. Tuntunan lahiriah ibarat bunga, sedangkan tuntunan bathiniah ibarat wanginya.

Nah karena tuntunan yang bathiniah tidak terlihat mata, maka seringkali hal ini diabaikan oleh kita. Kita lebih cenderung mempelajari hal-hal lahiriah, mendiskusikan, bahkan mempersoalkannya. Namun kita cenderung mengabaikan hal-hal bathiniah karena hal tersebut tempatnya di hati, tidak terlihat oleh mata kita.

Ilmu tasawuf sesungguhnya diperkenalkan oleh ulama-ulama terdahulu untuk mengingatkan umat pada saat itu, dan kita umat berikutnya tentang adanya sebuah komponen yang sering diabaikan yaitu tuntunan-tuntunan yang bathiah tersebut.

Sahabat-sahabat

Bagi saya tidak menjadi penting kita mempersoalkan apakah tasawuf ada atau tidak ada pada zaman Rasulullah Saw, mungkin yang lebih penting adalah mempersoalkan apakah kita memperhatikan tuntunan bathiniah sebagaimana perhatian kita terhadap tuntunan yang lahiriah?

4 Responses to Tasawuf, Apakah ada dalam Islam?

  1. Gymmean says:

    Tlisan yang mencerahkan, jazakallah

  2. Dirman Sudirman says:

    tassauf bkan yg di blang kulit domba abang.jga mulut jga kemallua.itu taassauf.klo aku pilih bukan bunggahx aku pli wwwangggix.ass al kum

    • Imam Suhadi says:

      Setuju mas Dirman, sebenarnya saya ingin saya tekankan adalah bahwa ajaran Rasulullah memerintahkan kita untuk melaksanakan syariah2 bathin seperti sabar, syukur, tawakal, ikhla, pemaaf dsb disamping syariah2 yang lahir seperti shalat, puasa, zakat, jaga lidah dan kemaluan.

      Semoga kehidupan kita srmakin baik dari waktu ke waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: