Bacalah dengan Nama Tuhanmu

Wahyu yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Saw adalah perintah untuk selalu membaca. Ya, karena sesungguhnya membaca adalah kendaraan bagi seseorang untuk mengenali nilai-nilai kebenaran.

Namun membaca bukan sekedar membaca. Harus ada kerinduan yang besar akan Allah yang menjadi dasar motivasi kita membaca. Tanpa kerinduan kepadaNya, membaca tidak akan berfaedah apa-apa selain menjadi hiasan kepala dan alat untuk adu argumentasi. Itulah sebabnya dikatakan: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan” (QS Al-Alaq:1)

Membaca juga bukan sekedar membaca kitab yang tertulis (qauliyah). Tetapi juga kitab yang terhampar (kauniyah). Kitab yang terhampar ini sesungguhnya sebuah kitab universal yang berlaku untuk semua manusia, apakah mereka mempercayai al-Quran sebagai kitab suci ataupun tidak.

Kitab yang terhampar ini ada 2 jenis, yaitu yang terhampar di segenap ufuk alam semesta dan yang terhampar sangat dekat dengan diri kita, yaitu dalam lika-liku kehidupan kita, dalam senang dan sedih kehidupan kita, dalam setiap detil-detil persoalan yang menghampiri kita. Inilah kitab kehidupan kita.

Jika saja setiap kita membaca kitab kehidupan dengan sungguh-sungguh, dengan didasari kerinduan kepadaNya, maka ini akan mengantarkan kita kepada kebenaran sejati. Menuntun kita mengenal dan memahamiNya.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, hingga jelaslah bagi mereka al-Haq (kebenaran sejati). (QS Fushilat:53)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: